masukkan script iklan disini
Jakarta, FaktaKu.id – melegakan datang ketika Bilqis, balita yang sempat hilang hampir sepekan, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat dan dipulangkan ke rumah orang tuanya di Makassar. Anak itu sebelumnya dilaporkan hilang saat bermain di sebuah taman kota, sebelum akhirnya jejaknya terungkap berada di Kabupaten Merangin, Jambi. Kepulangan Bilqis disambut penuh haru oleh keluarga, warga sekitar, dan para relawan yang ikut membantu pencarian. Namun, kelegaan itu beriringan dengan kekhawatiran baru. Orang tua Bilqis mengungkapkan bahwa perilaku putri mereka tidak lagi sama. Bilqis kini terlihat lebih agresif, mudah tersinggung, dan cenderung defensif bahkan terhadap rangsangan ringan seperti suara keras. Para psikolog anak menilai perubahan ini sebagai kemungkinan reaksi trauma dari situasi menegangkan yang dialami selama masa hilangnya.
Proses penyelidikan aparat menunjukkan adanya dugaan kuat bahwa kasus ini tidak dilakukan oleh pelaku tunggal, melainkan melibatkan jaringan terorganisir yang memindahkan anak antarprovinsi. Sejumlah tersangka telah ditangkap, dan penyidik terus mengembangkan kasus untuk menelusuri potensi keterlibatan sindikat perdagangan anak. Diduga pula ada pihak-pihak yang tertipu dengan modus seolah-olah “adopsi” atau “peralihan anak”, yang ternyata tidak melalui jalur resmi. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan setelah Bilqis ditemukan menunjukkan bahwa kondisi fisiknya relatif baik dan tidak terdapat indikasi kekerasan fisik serius. Meski demikian, pemulihan psikologis dipandang jauh lebih penting pada tahap ini. Keluarga telah mulai mencari pendampingan profesional untuk membantu Bilqis kembali merasa aman, stabil, dan nyaman di lingkungan rumahnya.
Kasus Bilqis menjadi peringatan nyata bagi masyarakat bahwa penculikan anak dapat terjadi bahkan di tempat yang dianggap aman seperti area bermain. Pengawasan orang tua harus diperketat, terutama di ruang publik, dan anak perlu diajarkan untuk tidak mengikuti orang yang tidak dikenal, serta berani meminta bantuan jika merasa terpisah atau tidak aman. Aparat mengimbau agar masyarakat segera melapor jika melihat situasi mencurigakan, khususnya ketika seseorang terlihat membawa anak yang tampak kebingungan atau tidak menunjukkan hubungan jelas dengan pendampingnya.
Keluarga Bilqis berharap masyarakat memberi ruang dan privasi agar proses pemulihan putri mereka berjalan tenang. Mereka juga berharap kasus ini menjadi pengingat bersama bahwa keselamatan anak adalah tanggung jawab seluruh lingkungan. Sementara itu, kepolisian berkomitmen melanjutkan penyelidikan hingga seluruh jaringan yang terlibat terungkap. Kepulangan Bilqis mungkin menutup satu bab, tetapi membuka babak baru tentang pentingnya kewaspadaan, pendampingan, serta perlindungan anak yang lebih serius di tengah meningkatnya modus kejahatan yang menyasar kelompok paling rentan.
Jurnalis: Vier
