masukkan script iklan disini
![]() |
| Foto: Ilustrasi suasana Win One, sumber: tembaklangitke7.com |
Pontianak, Kalbar, FaktaKu.id – Riuh soal rencana penutupan THM Win One belum juga reda. Di tengah dukungan masyarakat terhadap perang melawan narkoba, muncul kegelisahan dari warga yang khawatir dampak kebijakan itu justru lebih dulu menghantam masyarakat kecil.
Bukan bandar. Bukan pengedar. Bukan pula para pengguna yang kini berhadapan dengan proses hukum. Melainkan para pekerja yang setiap hari menggantungkan hidup dari aktivitas ekonomi di sekitar tempat tersebut.
Dek Alie, seorang warga Pontianak, mengaku prihatin melihat polemik yang berkembang. Ia menegaskan bahwa dirinya mendukung penuh langkah aparat memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya. Namun ia berharap pemerintah juga melihat sisi lain yang jarang dibicarakan, nasib masyarakat kecil.
"Kalau memang ada pelanggaran hukum, silakan proses sesuai aturan. Saya mendukung itu. Tapi kalau sampai tempat itu ditutup permanen, yang langsung kehilangan penghasilan bukan bandar narkoba. Yang kena lebih dulu justru karyawan, petugas keamanan, tukang parkir, petugas kebersihan, dan banyak orang kecil lainnya," ujar Dek Alie, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat kecil. Harga kebutuhan hidup terus meningkat, sementara mencari pekerjaan baru bukan perkara mudah. Karena itu, ia mengaku khawatir apabila puluhan pekerja tiba-tiba harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan sumber nafkah.
"Jangankan mencari pekerjaan baru, mempertahankan pekerjaan yang ada saja sekarang susah. Kalau besok ditutup, mereka mau ke mana? Siapa yang menjamin dapur mereka tetap mengepul?" katanya.
Dek Alie mengatakan dirinya tidak sedang membela siapa pun. Ia hanya menyuarakan kegelisahan yang menurutnya juga dirasakan banyak warga.
"Yang harus diperangi adalah narkobanya dan pelakunya. Itu jelas. Tapi jangan sampai masyarakat kecil yang tidak tahu-menahu justru ikut menerima dampak paling berat," ujarnya.
Jangan Sampai Rakyat Kecil Menjadi Korban Ikutan Menurut Alie, Indonesia adalah negara yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 yang menempatkan keadilan sosial sebagai salah satu tujuan utama kehidupan berbangsa dan bernegara.
Karena itu, ia berharap setiap kebijakan tidak hanya mempertimbangkan aspek penegakan aturan, tetapi juga memperhatikan dampak kemanusiaan yang mungkin timbul.
"Kami percaya pemerintah ingin yang terbaik. Tapi kami juga berharap ada pertimbangan terhadap nasib orang kecil. Kalau tempat itu ditutup, bukan hanya karyawan yang terdampak. Ada keluarga yang menunggu nafkah di rumah, ada anak yang harus sekolah, ada kebutuhan hidup yang tetap berjalan setiap hari," katanya.
Ia pun berharap proses evaluasi yang sedang berjalan dapat dilakukan secara objektif dan menyeluruh sebelum keputusan final diambil.
"Berantas narkoba, tindak pelakunya, itu sudah pasti. Tapi tolong jangan lupakan rakyat kecil yang bisa ikut terdampak oleh setiap keputusan yang dibuat," tutup Alie.
Sementara itu, Pemerintah Kota Pontianak masih melakukan evaluasi terhadap operasional Win One pasca peristiwa yang menjadi perhatian publik tersebut. Keputusan mengenai sanksi administratif maupun status perizinan masih menunggu proses dan pertimbangan instansi berwenang.
Jurnalis: Havi
